[ReviewBuku] Vaksin dan Vaksinasi

 

Pendahuluan

Beberapa tahun yang lalu, saya berjumpa seorang keponakan yang mempunyai putra masih balita. Setelah berbincang kesana-kemari, keponakan saya tersebut bercerita bahwa putranya tidak akan divaksinasi.
Saya hanya diam dengan pilihannya tersebut.
Saya sendiri secara pribadi mengenal arti divaksin dan ikut vaksinasi kira-kira usia SD.
Seingat saya, ketika itu saya mengikuti vaksin cacar. Tindakannya berupa digores semacam pena ke kulit paha. Kemudian hari, bekas vaksinasi tersebut membentuk tonjolan semacam keloid kecil di paha saya.
Beberapa teman saya, ada yang di lengan atas, bahkan membentuk keloid dua garis yang cukup mengganggu secara estetika.
Rasanya kami semua harus ikut yang namanya vaksinasi cacar tersebut, karena kalau sampai terpapar cacar, muka penderita bisa meninggalkan bekas bopeng-bopeng. Belakangan saya tahu, bahwa virus cacar sudah musnah dari muka bumi.

Baca Selengkapnya