[ReviewBuku] Ngeblog Seru ala Ibu-ibu

Ketika ada tawaran menulis naskah untuk calon antologi di grup Facebook, komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis, saya langsung mendaftar. Rencana menerbitkan antologi ini adalah dalam rangka ulangtahun ke-8 komunitas Ibu-ibu yang digagas oleh Indari Mastuti (CEO Indscript Creative, IndBlack). Ada ketentuan tersendiri dalam antologi ini, yaitu pesertanya harus mempunyai blog, dan tentu saja aktif ngeblog. Ngeblog Seru ala Ibu-ibu Seingat … Baca Selengkapnya

[ReviewBuku] Smart Mom, Happy Mom

 photo smart mom.jpg

Sesuai dengan janji bahwa blog saya juga mereview buku, maka pilihan kali ini jatuh ke bukunya Bety Kristianto, berjudul: Smart Mom, Happy Mom. Bety, sering menyebut dirinya Mbok, dalam sapa pergaulannya di medsos. Awal saya mengenal sosoknya, juga di medsos, adalah di grup messenger Joeragan Artikel dan aktif di portal Rocking Mama. Seingat saya Mbok Bety pun sama-sama Alumni SP, tapi tak ingat angkatannya.

Baca Selengkapnya

[ReviewBuku] Sehat Tanpa Obat dengan Si Merah Stroberi

 photo stroberi1 1.jpg

 

Masyarakat luas lebih mengenal stroberi karena bentuk buah,rasa serta aromanya.
Bentuknya lucu dan khas sehingga banyak dipakai sebagai aplikasi pada bentuk bantal,tas,dan barang-barang lain di sekitar kita.Sedangkan rasa serta aromanya sering ditambahkan pada aneka makanan,kue atau perasa minuman.

Buah stroberi bukan asli buah dari Indonesia,tetapi dapat dibudidayakan di dataran tinggi di indonesia dengan kondisi iklim tertentu yang menunjang.Stroberi ternyata mengenalkan asal usul,sifat dan berbagai varietas stroberi yang ada di dunia dan di indonesia juga menguraikan kandungan kimiawi dan kandungan nutrisi dalam stroberi untuk kesehatan dan kecantikan.

Baca Selengkapnya

[ReviewBuku] Vaksin dan Vaksinasi

 

Pendahuluan

Beberapa tahun yang lalu, saya berjumpa seorang keponakan yang mempunyai putra masih balita. Setelah berbincang kesana-kemari, keponakan saya tersebut bercerita bahwa putranya tidak akan divaksinasi.
Saya hanya diam dengan pilihannya tersebut.
Saya sendiri secara pribadi mengenal arti divaksin dan ikut vaksinasi kira-kira usia SD.
Seingat saya, ketika itu saya mengikuti vaksin cacar. Tindakannya berupa digores semacam pena ke kulit paha. Kemudian hari, bekas vaksinasi tersebut membentuk tonjolan semacam keloid kecil di paha saya.
Beberapa teman saya, ada yang di lengan atas, bahkan membentuk keloid dua garis yang cukup mengganggu secara estetika.
Rasanya kami semua harus ikut yang namanya vaksinasi cacar tersebut, karena kalau sampai terpapar cacar, muka penderita bisa meninggalkan bekas bopeng-bopeng. Belakangan saya tahu, bahwa virus cacar sudah musnah dari muka bumi.

Baca Selengkapnya